This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Friday, December 21, 2018

Pertemuan lalu perpisahan

Setiap ada pertemuan pasti akan ada pula perpisahan
Layaknya matahari yang selalu kutemui tiap pagi , ia mulai pergi diujung waktu yang mana muncul senja dengan beraneka warna di langit . Yang tenggelam lalu berganti dengan bulan yang menerangi
Aku berharap bisa menjadi cahayamu,  agar mampu kutuntun kau agar mampu ku genggam kau bersamaku selalu .
Terkadang aku iri kepada cahaya,  iri kepada angin, iri kepada alam yang mampu bersamamu setiap waktu . Sedang aku,  tak tentu bersamamu .
Aku lelah bilamana harus menunggumu selalu .
Tapi aku suka dengan lelah ini , karena lelah ini masih untukmu .
Aku rindu
Aku takut rinduku semakin egois
Aku takut tak mampu kendalikan ini
Tapi aku percaya kamu akan selalu kembali .
Kembali untukku

Saturday, December 15, 2018

Bukan lagi aku

When I Miss u ....

Aku rindu. Aku harap kamu juga merindu hal yg sama denganku. Semoga kamu masih mengingat bagaimana caraku menuturkan setiap kata yg saat itu sangat mudah untuk ku katakan, karna saat itu aku dan kamu masih menjadi kita.
Kamu ingat ketika aku diam diam memandangmu dari kejauhan dan akhirnya kamu menyadari bahwa aku memperhatikanmu? Dan kita berakhir dengan senyum. Ketika aku sibuk mencari sosokmu namun ternyata kamu ada di sampingku dan seketika itu kamu menggenggam tanganku? Betapa merahnya pipiku waktu itu
Aku masih sangat ingat. Saat hujan turun kamu terus melajukan motormu dan aku semakin mempererat pelukanku. Kamu tidak pernah tau berapa kali senyumanku yg terbentuk karena hal itu.
Mungkin kamu tidak pernah tau. Betapa gelisahnya aku yang menunggu kabarmu. Berulang kali aku membuka hp namun tak ada pemberitahuan apapun darimu. Aku mulai berfikir setega itukah kamu?
Aku terlambat menyadari bahwa kita sama sama sudah mulai dewasa. Kita sudah memiliki kesibukan masing masing. Maafkan aku yg terlalu kekanak kanakan karna selalu berharap km ada untukku.
Saat aku berharap km datang membawakanku segelas teh hangat, namun km tak kunjung datang, aku menangis.
Dan separuh dariku sadar bahwa sudah tidak ada kita sejak lama. Sejak km memutuskan agar aku dan km berjuang sendiri sendiri sebelum akhirnya kita bersatu lagi diujung jalan itu.
Namun, hatiku tidak menyadarinya. Hatiku tetap kamu. Maafkan aku, aku rindu kamu, rindu kita.

-MN

Thursday, November 29, 2018

Aku ini apa ?

Aku ini apa? 

       Barangkali ada hati yang merindu. Ku ucapkan merindukanmu juga :).
       Kutahu ini tidak semudah apa yang kita kira.
Tapi yang ku bisa hanya menguatkan diriku untuk selalu mempercayaimu. Bukankah kamu juga selalu bilang kepadaku bahwa "bersabarlah aku yakin kamu kuat dan kamu mampu, aku percaya padamu, itu sebabnya aku memilihmu". 
       Dan disini aku mulai bisa berfikir. Bisa jadi hal yang kamu ucapkan itu hanya sekedar omong kosong untuk membuat aku tenang lalu kamu bisa seenaknya dengan hal yang kamu suka? Atau karena kamu mau seenaknya sendiri itulah akhirnya kamu memilihku? 
  Kamu tahu. Aku selalu berusaha untuk mengerjakan deadline ku secepat mungkin agar aku tetap bisa berkomunikasi lancar denganmu. Setiap hari ku coba memeriksa ponselku, barangkali ada pesan darimu, nyatanya tak ada satupun. Ku ulangi lagi mencoba membuka hp dan kulihat lagi tak ada satupun pesan tertera darimu. Entah karena aku tak cukup penting bagimu atau kamu sedang amat sangat sibuk, aku tak tahu. 
  Tak cukup keberanian rasanya apabila ku memulai pembicaraan lebih dahulu kepadamu. Kamu, hanyalah sebatas memilihku ketika tidak ada hal menarik lagi lainnya yang mampu kamu kerjakan. Sedangkan aku, dengan segenap hati menunggumu untuk memberi kabar. 

AKU MERINDUKANMU!!!
                       Namun aku sadar.......
     Bukan aku yang kamu mau, bukan aku alasan ketika kamu membuka hp, buakan aku, bukan, bukan! Sepertinya kamu pernah berkata waktu itu, bahwa kamu tahu mana perioritas dan mana bukan. Oleh karena hal ini aku jadi paham bahwa aku bukan perioritasmu. Aku hanyalah sebatas tempat rehatmu sebentar untuk kau tinggal pergi lagi. Tapi Terimakasih telah menjadikanku tempat sebagai rehatmu dan setidaknya akulah yang kamu cari.