Aku ini apa?
Barangkali ada hati yang merindu. Ku ucapkan merindukanmu juga :).
Kutahu ini tidak semudah apa yang kita kira.
Tapi yang ku bisa hanya menguatkan diriku untuk selalu mempercayaimu. Bukankah kamu juga selalu bilang kepadaku bahwa "bersabarlah aku yakin kamu kuat dan kamu mampu, aku percaya padamu, itu sebabnya aku memilihmu".
Dan disini aku mulai bisa berfikir. Bisa jadi hal yang kamu ucapkan itu hanya sekedar omong kosong untuk membuat aku tenang lalu kamu bisa seenaknya dengan hal yang kamu suka? Atau karena kamu mau seenaknya sendiri itulah akhirnya kamu memilihku?
Kamu tahu. Aku selalu berusaha untuk mengerjakan deadline ku secepat mungkin agar aku tetap bisa berkomunikasi lancar denganmu. Setiap hari ku coba memeriksa ponselku, barangkali ada pesan darimu, nyatanya tak ada satupun. Ku ulangi lagi mencoba membuka hp dan kulihat lagi tak ada satupun pesan tertera darimu. Entah karena aku tak cukup penting bagimu atau kamu sedang amat sangat sibuk, aku tak tahu.
Tak cukup keberanian rasanya apabila ku memulai pembicaraan lebih dahulu kepadamu. Kamu, hanyalah sebatas memilihku ketika tidak ada hal menarik lagi lainnya yang mampu kamu kerjakan. Sedangkan aku, dengan segenap hati menunggumu untuk memberi kabar.
AKU MERINDUKANMU!!!
Namun aku sadar.......
Bukan aku yang kamu mau, bukan aku alasan ketika kamu membuka hp, buakan aku, bukan, bukan! Sepertinya kamu pernah berkata waktu itu, bahwa kamu tahu mana perioritas dan mana bukan. Oleh karena hal ini aku jadi paham bahwa aku bukan perioritasmu. Aku hanyalah sebatas tempat rehatmu sebentar untuk kau tinggal pergi lagi. Tapi Terimakasih telah menjadikanku tempat sebagai rehatmu dan setidaknya akulah yang kamu cari.






0 comments:
Post a Comment